Hilangkan persepsi bahwa "kecil" di jalan raya selalu benar





Di jaman dahulu, sering kita mendengar doktrin bahwa yang kecil selalu menang apabila terjadi masalah di jalan raya. Dan apesnya doktrin itu terbawa hingga sekarang saat dunia sudah maju dan hampir semua orang sudah melek internet dan teknologi.







Coba saja tengok bagaimana gampangnya mendoktrin moge selalu salah saat terlibat insiden dengan motor yang berukuran lebih kecil. Padahal belum secara hukum belum tentu si moge salah. Bagaimana mobil selalu salah saat terjadi insiden dengan kendaraan yang lebih kecil baik motor, becak, sepeda, atau apapun itulah namanya. Lalu bagaimana kalau emak-emak terlibat insiden karena sign ke kanan tapi belok ke kiri tapi yg nabrak dibilang salah. Ahhhh... Satu-satunya hal kecil yang selalu salah adalah saat orang berjalan di trotoar dan di klakson oleh pemotor untuk minggir atau saat menyebrang jalan diintimidasi dengan suara-suara yang memekakkan telinga agar cepat menyeberangnya.


Ayolah.. jalanan itu milik umum, mau yang gede, yang kecil, yang mahal, yang murah, laki-laki, perempuan semua sama perlakuannya di jalan. Saling menghormati sesama pengguna jalan dan MENGGUNAKAN OTAK saat di jalan adalah sebuah kebutuhan. Jangan mau cepat lalu melanggar arah dan tiba-tiba terjadi insiden, eh malah ngotot benar. Nyawa itu harganya mahal. Ga ada yang jual di pasar ataupun supermarket. Sayangin nyawa nya. Melanggar hanya karena ingin hemat bensin setes dua tetes tapi membahyakan diri dan orang lain. Come on guys.. Kalau mau mati, ya matilah sendiri. Jangan libatkan orang lain karena ketololan dan kebodohan.

Mau contoh? Lihat saja semua media sosial. Pasti ada yang posting. Kalau ga nemu juga, HP nya jangan dipake donlot bokep dan posting rasis politik saja. Lihat berita sesekali oke..

*pic taken from google
Previous
Next Post »
0 Komentar